
Program Studi Geofisika Mengucapkan Selamat kepada Mochamad Indiana Rinaldy (Geofisika 2023) telah menorehkan prestasi membanggakan, Mahasiswa Geofisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Padjadjaran. Selama memiliki keinginan kuat dan usaha gigih, padatnya jadwal kuliah bukanlah tantangan melainkan kesempatan bagi Mochamad Indiana Renaldy.
Mochamad Indiana Renaldy, akrab dipanggil Indi sukses menyita perhatian banyak orang. Bagaimana tidak? Ia masih berstatus mahasiswa namun sudah memiliki jam terbang yang belum tentu didapatkan oleh seluruh mahasiswa. Indi pernah menyandang beasiswa, berkesempatan magang di PT Schlumberger Indonesia (SLB), hingga sekarang menjabat sebagai Presiden dari Society of Exploration Geophysicists (SEG) cabang Unpad. Ia sendiri sedang menempuh pendidikan di Jurusan Geofisika, Universitas Padjadjaran untuk mendapat gelar S1.
Pilih Geofisika Karena Terinspirasi oleh Film
Sejak SMA, Indi bertekad kerja di industri migas. Keinginan itu dipicu setelah ia menonton film berjudul Deepwater Horizon. Baginya berkarir di dunia migas sangatlah menantang. Kemudian Indi mencari jurusan yang selinier dengan impian tersebut. Akhirnya pada 2023, Indi memilih masuk Geofisika Unpad.
Dari Niat Aktif Hingga Konsisten
Indi sudah memiliki niat menjadi mahasiswa aktif sedari masa maba. Ia ingin mencoba berbagai kesempatan, seperti Hima maupun organisasi lainnya. Sama seperti mayoritas mahasiswa, ia juga menghadapi kesulitan dalam mengatur jadwal. Indi menyadari bahwa ia masih sering menunda pekerjaan. Indi berusaha menyikapinya dengan lebih menaruh kesadaran akan urgensi suatu hal dan menentukan skala prioritas agar niat awal tetap konsisten hingga akhir.
Kunci Tembus Seleksi Ketat Magang dan Konferensi Bergengsi
Indi berhasil menjadi salah satu 17 terpilih dari hampir seribu pendaftar magang SLB dalam program Vacation Trainee di Duri, Riau. Seleksi magang SLB sangatlah kompetitif. Indi sempat tidak percaya diri karena sejauh yang ia tahu, belum pernah ada mahasiswa Geofisika Unpad yang lolos seleksi tersebut. Selain seleksi kompetitif SLB, ia juga berhasil lolos seleksi student volunteer IPA Convex 2026 (merupakan konferensi dan pameran minyak–gas terbesar di Indonesia). Terdapat kurang lebih 500 pendaftar dan kuotanya hanya 20 orang.
Menurut Indi, riset berperan penting saat ia mendaftar sesuatu. Cari tahu sebanyak mungkin terkait perusahaan dan program yang akan diikuti. Tak lupa belajar dari kegagalan serta keberhasilan para kating sebagai bekal persiapan. Selebihnya, terapkan prinsip nothing to lose agar leluasa berjuang tanpa stress dengan hasil. Semua ini juga ia terapkan dalam perjuangan membuahkan hasil beasiswa SEG tahun ajaran 2025–2026. Sebagai seorang awardee, ia senantiasa membantu orang lain berbagi pengalaman terkait beasiswa dan sukses membukakan pintu menjadi awardee kepada 4 orang lainnya.
Berdiri Menjadi Presiden SEG Unpad 2026
Di tahun 2026 ini, Indi berkesempatan memimpin SEG Unpad. SEG sendiri merupakan organisasi geofisika internasional yang pertama kali didirikan di Houston, Texas. Sebelum menjadi presiden SEG Unpad, Indi menjabat sebagai wakil presiden. Lalu ia merasa banyak potensi yang belum maksimal dikembangkan dalam organisasi ini. Hal tersebut menghantarkan kepengurusan SEG Unpad 2026 dengan tagline #UnleashThePotential. Indi berpesan bahwa jika akan menyandang jabatan sebagai ketua, sebaiknya kamu harus tahu terlebih dahulu kejaran visi–misimu. Setelah itu, cari orang-orang yang pemikirannya selaras agar visi–misi tersebut dapat tercapai dalam kepengurusanmu.
Risiko Terbesar Adalah Tidak Mengambil Risiko
“Pesan paling utama, kamu harus berani coba banyak hal terutama peluang yang menurut kamu bisa bantu kamu. Harus banget eksplor banyak hal dan berani ambil risiko. Jangan minder atau takut duluan!”
Pesan Indi panjang lebar kepada seluruh pembaca sebagai penutupan. Pula ia menambahkan sepenggal kalimat dari salah satu tokoh ternama dunia, Mark Zuckerberg. Kalimat yang dilontarkan penemu aplikasi Facebook itu terngiang-ngiang di kepala: The biggest risk is not taking any risks. (Penulisan Artikel oleh: Isaura Catraliya Armani (NPM 210310250049), [email protected], Mahasiswa Jurusan Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran).
